Peserta ujian nasional (UN) tingkat SMP/MTS sederajat tahun 2010 di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) kota, sebanyak 25.158 orang. Sebaliknya, tingkat SMA/SMK/MAN sederajat ada 23.424 peserta.
Nah, jika dilihat dari jumlah tersebut ada ketimpangan antara lulusan UN SMP sederajat dengan daya tampung SMA sederajat. “Kalau daya tampung SMA hanya 23.424, sementara peserta UN SMP yang lulus misal 25.158 berarti ada kelebihan jumlah siswa 1.734. Ke mana mereka ditampung?” tegas Hatta Wazol, kadisdikpora Kota Palembang, kemarin.
Menurut Hatta, pihaknya berupaya agar seluruh lulusan SMP/MTS tahun ini bisa masuk ke SMA/SMK/MAN sederajat yang di Kota Palembang. "SMA Negeri 22 yang sudah kita bangun di Alang-Alang Lebar (AAL) tahun ini sudah bisa menerima sekitar 240 siswa untuk 6 kelas," tukasnya.
Hal itu berarti masih ada sisa sekitar 1.494 lulusan SMP/MTs yang masih dipikirkan bagaimana agar bisa tertampung. "Kita coba usulkan ke APBN untuk membuat sekolah besar di SMK Negeri 2 Palembang. Kita akan lakukan perluasan sekolah di sana," tukas Hatta. Sekolah ini menjadi lirikan karena memiliki lahan seluas 4,23 hektare, tapi sayangnya lahan hanya terpakai sebagian untuk bangunan sekolah.
"Peminat SMKN 2 sangat tinggi, mencapai 2.500 lulusan per tahun, sementara yang diterima hanya 400 siswa per tahun," ujarnya. Disdikpora juga bakal memperbesar bangunan dan melengkapi sarana prasarana SMKN 2 jika usulan pembangunan dan rehab sekolah Rp69,7 miliar disetujui APBN. Dengan begitu, kapasitas siswa yang tadinya hanya bisa menampung 1.500 diusahakan menjadi 5 ribu siswa.
"Kita butuh sekolah besar serta memiliki sarana prasarana yang lengkap. Jelas ini lebih baik dibandingkan dengan sekolah-sekolah kecil," ujarnya. Misalnya satu sekolah bisa memuat 1.500-1.700 siswa mulai dari kelas 1-3. Nah, kalau sekolah besar mungkin akan memuat 5 ribu siswa. Lanjutnya, dari segi biaya dan pegawai pun akan lebih efisien. “Harusnya membutuhkan 3 kepala sekolah menjadi satu saja untuk sekolah besar.”
Diakui Hatta, untuk mencari lahan bangun sekolah baru sekarang sudah sangat sulit. Oleh sebab itu, pihaknya mencoba mengoptimalkan sekolah yang dimiliki dengan melakukan perluasan.
Sementara itu, Kasubdin SMP/SM Disdik Kota Palembang, Drs H Riza Fahlevi MM mengakui memang benar SMA/MA/SMK yang ada tidak akan bisa menampung seluruh lulusan SMP. Hanya, itu bukan menjadi ancaman putus sekolah.
"Mungkin saja ada lulusan SMP/MTS yang memilih sekolah di luar kota, atau ikut sekolah berbasis keahlian seperti sekolah pariwisata, migas, bangunan, dan lain sebagainya," ujarnya. Alternatif lain, melanjutkan ke sekolah yang dilaksanakan oleh BUMN/BUMD atau swasta seperti sekolah Telkom.
Selain itu angka tuntas wajar 9 tahun Kota Palembang pun sudah memadai. Khusus SD sebesar 106 persen, SMP 103 persen, dan SMA 95,85 persen. "Artinya, seluruh anak kita sudah tamat SD-SMP, tapi untuk SMA masih tersisa 4 persen yang belum menamatkan SMA bukan berarti dapat dikatakan putus sekolah," ujarnya.
Nah, jika dilihat dari jumlah tersebut ada ketimpangan antara lulusan UN SMP sederajat dengan daya tampung SMA sederajat. “Kalau daya tampung SMA hanya 23.424, sementara peserta UN SMP yang lulus misal 25.158 berarti ada kelebihan jumlah siswa 1.734. Ke mana mereka ditampung?” tegas Hatta Wazol, kadisdikpora Kota Palembang, kemarin.
Menurut Hatta, pihaknya berupaya agar seluruh lulusan SMP/MTS tahun ini bisa masuk ke SMA/SMK/MAN sederajat yang di Kota Palembang. "SMA Negeri 22 yang sudah kita bangun di Alang-Alang Lebar (AAL) tahun ini sudah bisa menerima sekitar 240 siswa untuk 6 kelas," tukasnya.
Hal itu berarti masih ada sisa sekitar 1.494 lulusan SMP/MTs yang masih dipikirkan bagaimana agar bisa tertampung. "Kita coba usulkan ke APBN untuk membuat sekolah besar di SMK Negeri 2 Palembang. Kita akan lakukan perluasan sekolah di sana," tukas Hatta. Sekolah ini menjadi lirikan karena memiliki lahan seluas 4,23 hektare, tapi sayangnya lahan hanya terpakai sebagian untuk bangunan sekolah.
"Peminat SMKN 2 sangat tinggi, mencapai 2.500 lulusan per tahun, sementara yang diterima hanya 400 siswa per tahun," ujarnya. Disdikpora juga bakal memperbesar bangunan dan melengkapi sarana prasarana SMKN 2 jika usulan pembangunan dan rehab sekolah Rp69,7 miliar disetujui APBN. Dengan begitu, kapasitas siswa yang tadinya hanya bisa menampung 1.500 diusahakan menjadi 5 ribu siswa.
"Kita butuh sekolah besar serta memiliki sarana prasarana yang lengkap. Jelas ini lebih baik dibandingkan dengan sekolah-sekolah kecil," ujarnya. Misalnya satu sekolah bisa memuat 1.500-1.700 siswa mulai dari kelas 1-3. Nah, kalau sekolah besar mungkin akan memuat 5 ribu siswa. Lanjutnya, dari segi biaya dan pegawai pun akan lebih efisien. “Harusnya membutuhkan 3 kepala sekolah menjadi satu saja untuk sekolah besar.”
Diakui Hatta, untuk mencari lahan bangun sekolah baru sekarang sudah sangat sulit. Oleh sebab itu, pihaknya mencoba mengoptimalkan sekolah yang dimiliki dengan melakukan perluasan.
Sementara itu, Kasubdin SMP/SM Disdik Kota Palembang, Drs H Riza Fahlevi MM mengakui memang benar SMA/MA/SMK yang ada tidak akan bisa menampung seluruh lulusan SMP. Hanya, itu bukan menjadi ancaman putus sekolah.
"Mungkin saja ada lulusan SMP/MTS yang memilih sekolah di luar kota, atau ikut sekolah berbasis keahlian seperti sekolah pariwisata, migas, bangunan, dan lain sebagainya," ujarnya. Alternatif lain, melanjutkan ke sekolah yang dilaksanakan oleh BUMN/BUMD atau swasta seperti sekolah Telkom.
Selain itu angka tuntas wajar 9 tahun Kota Palembang pun sudah memadai. Khusus SD sebesar 106 persen, SMP 103 persen, dan SMA 95,85 persen. "Artinya, seluruh anak kita sudah tamat SD-SMP, tapi untuk SMA masih tersisa 4 persen yang belum menamatkan SMA bukan berarti dapat dikatakan putus sekolah," ujarnya.
Di film terbaru, Hantu Puncak Datang Bulan, Andi Soraya kebagian adegan membuka bra. Tak ingin aset pribadinya jadi konsumsi umum, Andi belajar trik buka bra dari Jennifer Lopez (J-Lo).
"Saya banyak melihat referensi. Seperti adegan buka bra tanpa terlihat (payudaranya), saya melihat video klip Jennifer Lopez di lagu Love Dont Cost A Thing. Saya banyak latihan adegan buka bra supaya tidak kecolongan. Jadi karena sudah latihan, hanya beberapa kali take saja," tutur Andi, di Planet Hollywood, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Diakui artis yang akrab disapa Aya ini, bermain film yang juga dibintangi Trio Macan itu dibutuhkan keberanian esktra. Apalagi, banyak adegan sensual bertebaran di sepanjang film.
"Saya juga membuat perjanjian dengan produser dan sutradara, jangan sampai adegan behind the scene yang bocor keluar dan jadi permasalahan. Biar kita-kita saja yang tahu," tegasnya.
Aya pun sudah tahu film tersebut bakal disensor. Dia pasrah jika nanti ketika tayang di bioskop, film itu menjadi lebih pendek dari durasi sebelumnya.
"Banyak cercaan, saya tahu itu. Tapi kenapa kita tidak melihat sisi sensualnya sebagai hal yang menarik dan lebih dilihat aktingnya saja. Karena apa yang saya lakukan itu adalah kegiatan sehari-hari. Jadi lihat aktingnya, karena saya juga tidak mau terlalu menonjolkan adegan sensual," kilahnya.
Berani membuka bra dan beradegan ranjang dengan kekasihnya, Ferly Putra, mantan pasangan Steve Emmanuel ini mengaku mengantongi honor besar.
"Untuk bisa membuka bra Andi Soraya, harus membayar mahal dong," ujarnya genit.
KPK diminta segera menggeledah dan menyita rekaman CCTV milik BI yang menangkap adanya kendaraan pengangkut uang BI pada tanggal 24 November dan awal Desember 2008 yang diduga uang untuk dana talangan Bank Century.
"Kami mendapat informasi dari sumber kami, pada hari itu ada tujuh mobil pengangkut uang milik BI yang beroperasional bersamaan dengan pengucuran dana talangan untuk Bank Century," tandas Bambang Soesatyo, anggota Komisi III yang juga anggota Pansus Century dari Fraksi Golkar di sela istirahat RDP KPK dengan Komisi III DPR RI , siang tadi.
Namun ditanya siapa yang menjadi sumber itu, Bambang, menolak menyebut. Dia mengaku, pihaknya saat ini juga masih terus menyelidiki kebenaran informasi itu.
Masih katanya, bila memang informasi itu benar, tindakan itu dipastikan merupakan upaya untuk menghilangkan jejak dalam pengucuran dana yang jumlahnya mencapai Rp2,6 triliun, karena dilakukan dengan tunai.
"Seharusnya dana sebanyak itu kan dengan transfer, pengambilan cash itu patut diduga untuk menghilangkan sidik jari adanya uang yang keluar untuk dana talangan Century," sambung Bambang.
Karenanya, Bambang meminta KPK segera melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap rekaman CCTV di ruang pengeluaran uang BI. Hal itu menurutnya, menandakan ada indikasi penyimpangan yang dilakukan untuk kucuran dana Bank Century karena dilakukan secara tunai bukan transfer.
"Kami mendapat informasi dari sumber kami, pada hari itu ada tujuh mobil pengangkut uang milik BI yang beroperasional bersamaan dengan pengucuran dana talangan untuk Bank Century," tandas Bambang Soesatyo, anggota Komisi III yang juga anggota Pansus Century dari Fraksi Golkar di sela istirahat RDP KPK dengan Komisi III DPR RI , siang tadi.
Namun ditanya siapa yang menjadi sumber itu, Bambang, menolak menyebut. Dia mengaku, pihaknya saat ini juga masih terus menyelidiki kebenaran informasi itu.
Masih katanya, bila memang informasi itu benar, tindakan itu dipastikan merupakan upaya untuk menghilangkan jejak dalam pengucuran dana yang jumlahnya mencapai Rp2,6 triliun, karena dilakukan dengan tunai.
"Seharusnya dana sebanyak itu kan dengan transfer, pengambilan cash itu patut diduga untuk menghilangkan sidik jari adanya uang yang keluar untuk dana talangan Century," sambung Bambang.
Karenanya, Bambang meminta KPK segera melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap rekaman CCTV di ruang pengeluaran uang BI. Hal itu menurutnya, menandakan ada indikasi penyimpangan yang dilakukan untuk kucuran dana Bank Century karena dilakukan secara tunai bukan transfer.
Polres Surabaya Selatan menyiagakan 106 personel, 5 preman ditambah intel dari Polwiltabes untuk menjaga Gedung DPRD Surabaya. Ini terkait dengan aksi yang bakal dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang bakal mendatangi gedung dewan, Kamis (28/01).
AKP DARMAWAN Kasat Samapta Polres Surabaya Selatan pada suarasurabaya.net, mengatakan, personel yang disiagakan tersebut untuk mengantisipasi kedatangan 200 BEM Unesa. Kalau mereka datang, personel akan mengarahkan mereka hanya di luar pagar gedung dan tidak sampai masuk kea real halaman.
“Untuk itu, kita juga minta perwakilan DPRD siap menerima respon begitu mereka datang. Jika tidak ada perwakilan dewan dikhawatirkan akan muncul hal-hal yang tidak kita inginkan,”ujar DARMAWAN.
Sementara itu, AKP SUDARMI Staf Intel Polwiltabes Surabaya menjelaskan pada Rabu (27/01) kemarin, pihaknya menerima laporan dari BEM Unesa kalau mereka akan datang ke DPRD Surabaya terkait dengan 100 hari pemerintahan Presiden SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.
BEM Unesa, kata SUDARMI, akan menyampaikan aspirasi soal Badan Hukum Pendidikan (BHP). Rencananya 200 mahasiswa tapi kemungkinan jumlahnya tidak sebanyak itu.
”Jadi kita siaga di sini untuk menyambut mereka. Kemungkinan besar dari DPRD Surabaya mereka bergerak ke Grahadi bergabung dengan lainnya,”tukas SUDARMI.
AKP DARMAWAN Kasat Samapta Polres Surabaya Selatan pada suarasurabaya.net, mengatakan, personel yang disiagakan tersebut untuk mengantisipasi kedatangan 200 BEM Unesa. Kalau mereka datang, personel akan mengarahkan mereka hanya di luar pagar gedung dan tidak sampai masuk kea real halaman.
“Untuk itu, kita juga minta perwakilan DPRD siap menerima respon begitu mereka datang. Jika tidak ada perwakilan dewan dikhawatirkan akan muncul hal-hal yang tidak kita inginkan,”ujar DARMAWAN.
Sementara itu, AKP SUDARMI Staf Intel Polwiltabes Surabaya menjelaskan pada Rabu (27/01) kemarin, pihaknya menerima laporan dari BEM Unesa kalau mereka akan datang ke DPRD Surabaya terkait dengan 100 hari pemerintahan Presiden SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.
BEM Unesa, kata SUDARMI, akan menyampaikan aspirasi soal Badan Hukum Pendidikan (BHP). Rencananya 200 mahasiswa tapi kemungkinan jumlahnya tidak sebanyak itu.
”Jadi kita siaga di sini untuk menyambut mereka. Kemungkinan besar dari DPRD Surabaya mereka bergerak ke Grahadi bergabung dengan lainnya,”tukas SUDARMI.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo menemui langsung massa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (28/1/2010) pukul 11.30. Dalam kesempatan tersebut, Soekarwo berdialog dengan para demonstran.
Sejak pagi hari, Soekarwo ternyata sudah menunggu para demonstran di Gedung Grahadi. Tepat pukul 11.30 Soekarwo langsung naik kendaraan taktis Kepolisian.
Soekarwo lantas berorasi di depan peserta unjuk rasa. Ia memaparkan beberapa kinerja Pemprov Jatim, antara lain seperti pemberian surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan penyelesaian persoalan Bank Jatim.
Sesudah gubernur berorasi, peserta demonstrasi kemudian diberi kesempatan untuk berdialog. Mereka memberikan beberapa tuntutan pada gubernur, termasuk menandatangani surat pernyataan meski gubernur akhinya menolak menandatangani.
Sejak pagi hari, Soekarwo ternyata sudah menunggu para demonstran di Gedung Grahadi. Tepat pukul 11.30 Soekarwo langsung naik kendaraan taktis Kepolisian.
Soekarwo lantas berorasi di depan peserta unjuk rasa. Ia memaparkan beberapa kinerja Pemprov Jatim, antara lain seperti pemberian surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan penyelesaian persoalan Bank Jatim.
Sesudah gubernur berorasi, peserta demonstrasi kemudian diberi kesempatan untuk berdialog. Mereka memberikan beberapa tuntutan pada gubernur, termasuk menandatangani surat pernyataan meski gubernur akhinya menolak menandatangani.
Liputan6.com, Jakarta: Massa yang berunjuk rasa memperingati 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, sejak Kamis (28/1) siang, mulai meninggalkan lokasi. Petugas kebersihan pun mulai membersihkan sampah yang ditinggalkan para pengunjuk rasa [baca: Ribuan Buruh Demo di Gedung DPR/MPR].
Pagar gedung DPR/MPR memang dipenuhi spanduk dan poster berisi kecaman terhadap kinerja pemerintah SBY. Di saat bersamaan, dua kelompok pengunjuk rasa masih terus menyuarakan aspirasinya.
Aliansi Rakyat Bersatu yang terdiri dari para pedagang kaki lima masih mempertanyakan persoalan hidup yang makin berat dan juga masalah penggangguran. Sedangkan Posko Tolak SBY bertekad menduduki gedung anggota dewan.
Secara umum, kawasan Gedung DPR/MPR itu lebih lengang dibandingkan sebelumnya. Sehingga, kendaraan pun bisa leluasa melintasi ruas jalan di kawasan itu.
Pagar gedung DPR/MPR memang dipenuhi spanduk dan poster berisi kecaman terhadap kinerja pemerintah SBY. Di saat bersamaan, dua kelompok pengunjuk rasa masih terus menyuarakan aspirasinya.
Aliansi Rakyat Bersatu yang terdiri dari para pedagang kaki lima masih mempertanyakan persoalan hidup yang makin berat dan juga masalah penggangguran. Sedangkan Posko Tolak SBY bertekad menduduki gedung anggota dewan.
Secara umum, kawasan Gedung DPR/MPR itu lebih lengang dibandingkan sebelumnya. Sehingga, kendaraan pun bisa leluasa melintasi ruas jalan di kawasan itu.
Uji coba peluncuran roket milik PT Pindad Persero di hadapan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Suryapranata di Lapangan Tembak, Desa Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (27/1), tak berjalan mulus. Roket meluncur sarah arah dan mengakibatkan sepasang suami istri mengalami bakar cukup serius, bahkan kehilangan kaki.
Korban adalah Muhammad (80) dan Tiama (50), warga Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang. Pasangan suami istri ini terluka parah akibat tertimpa roket nyasar. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dokter Haryoto, Lumajang. Sang suami mengalami luka bakar di seluruh tubuh. Sedangkan Tiama harus diamputasi karena kehilangan kaki kiri.
Menurut Miki, anggota DPRD Lumajang, dua dari 12 rudal produksi PT Pindad Persero membidik melebihi target. Satu rudal terjatuh di area tambak udang milik PT Windu Kencana di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Rudal lainnya justru berbalik arah dan menimpa rumah korban.
Pihak perusahaan belum mengonfirmasi insiden ini. Namun, Nurhadi, keluarga korban, mengaku akan menuntut pertanggungan-jawaban penyelenggara peluncuran roket
Korban adalah Muhammad (80) dan Tiama (50), warga Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang. Pasangan suami istri ini terluka parah akibat tertimpa roket nyasar. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dokter Haryoto, Lumajang. Sang suami mengalami luka bakar di seluruh tubuh. Sedangkan Tiama harus diamputasi karena kehilangan kaki kiri.
Menurut Miki, anggota DPRD Lumajang, dua dari 12 rudal produksi PT Pindad Persero membidik melebihi target. Satu rudal terjatuh di area tambak udang milik PT Windu Kencana di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Rudal lainnya justru berbalik arah dan menimpa rumah korban.
Pihak perusahaan belum mengonfirmasi insiden ini. Namun, Nurhadi, keluarga korban, mengaku akan menuntut pertanggungan-jawaban penyelenggara peluncuran roket
Julie Estelle memulai debut sinetron di Amanah Dalam Cinta. Baru pertama kali main sinetron, kekasih penyanyi Ello ini deg-degan, khawatir masyarakat tak menyukai sinetron yang dibintanginya itu.
"Aku deg-degan menunggu respon dari masyarakat untuk Amanah Dalam Cinta ini. Mudah-mudahan masyarakat bisa suka," harap Julie yang diwawancara di Graha Pinang Kav 10, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2010).
Di sinetron produksi Sinemart itu, Julie beradu akting dengan Christian Sugiono dan Alice Norin. Beradu akting dengan bintang beken lainnya, oleh Julie bukan dianggap sebagai sebuah persaingan.
"Enggak ada persaingan yang gimana gitu. Kita bersaing secara sehat. Yang lainnya juga bagus-bagus. Makanya saya juga berusaha menghasilkan sinetron yang bagus. Kita kerja maksimal dan berusaha yang terbaik," jelasnya.
Dikisahkan, Julie mendapat pesan terakhir dari pasangan suami istri (Ahmad dan Meetha) untuk membawa anak mereka (Vino) ke kakeknya di Jakarta. Dengan niat baik, Julie menjalankan amanah tersebut. Tak disangka, keluarga Vino tidak menerima kehadirannya karena perkawinan orangtua Vino tidak disetujui.
Dari sini mulai muncul konflik yang sangat kompleks, namun masih berkaitan. Keluarga Vino mengira Julie adalah ibu dari Vino (Meetha). Vino pun nyaris terlantar dan Julie tetap berupaya mencari keluarga Vino yang mau menerimanya.
Alur cerita menjadi makin menarik karena adanya cinta segitiga antara Julie, Milo yang diperankan Christian Sugiono (adik kandung Arvino) dan Dhika, diperankan Ali Syakien (adik tiri Arvino).
Siapa yang akan dipilih? Bagaimana Julie mengatasi masalah pelik ini? Daripada penasaran, saksikan saja di RCTI, mulai 27 Januari 2010, pukul 20.30 WIB.
Jakarta - Setelah terdakwa Antasari Azhar, kini giliran tim pengacara mantan Ketua KPK itu membacakan pledoi. Pledoi tersebut rupanya tidak menyimpang jauh dari eksepsi mereka. Mereka menilai adanya konspirasi besar menjatuhkan Antasari dengan membunuh korban Nasrudin Zulkarnaen.
"Pledoi ini kami beri judul 'Menebar dongeng dengan fitnah, membongkar konspirasi menjatuhkan ketua KPK,'" kata salah satu pengacara Antasari, M Assegaf, saat mengawali pembacaan pledoi itu di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (28/1/2010).
Setelah membaca judul, Assegaf mengutip pendapat ahli hukum pidana Prof Indriyanto Seno Adji. Dalam sebuah harian nasional, ahli berpendapat tuntutan hukum mati kepada Antasari terlalu bombastis dan dipaksakan.
"Bombastis karena tiak ada benang merah yang dapat dibuktikan di persidangan," ujar pengacara paling senior di tim pembela Antasari itu mengutip pernyataan Indriyanto.
Menurut Assegaf, pernyataan ahli pidana tersebut tentunya tidak asal-alasan. Pernyataan itu disampaikan setelah mencermati jalannya sidang kasus pembunuhan Nasrudin dan mendengar tuntutan JPU yang cukup tinggi.
"Memang benar tidak ada benang merah, tapi mengapa saudara jaksa masih saja nekad bahkan telah berani mengambil resiko mengorbankan profesionalitasnya demi tuntutan itu," tanya Assegaf.
"Pledoi ini kami beri judul 'Menebar dongeng dengan fitnah, membongkar konspirasi menjatuhkan ketua KPK,'" kata salah satu pengacara Antasari, M Assegaf, saat mengawali pembacaan pledoi itu di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (28/1/2010).
Setelah membaca judul, Assegaf mengutip pendapat ahli hukum pidana Prof Indriyanto Seno Adji. Dalam sebuah harian nasional, ahli berpendapat tuntutan hukum mati kepada Antasari terlalu bombastis dan dipaksakan.
"Bombastis karena tiak ada benang merah yang dapat dibuktikan di persidangan," ujar pengacara paling senior di tim pembela Antasari itu mengutip pernyataan Indriyanto.
Menurut Assegaf, pernyataan ahli pidana tersebut tentunya tidak asal-alasan. Pernyataan itu disampaikan setelah mencermati jalannya sidang kasus pembunuhan Nasrudin dan mendengar tuntutan JPU yang cukup tinggi.
"Memang benar tidak ada benang merah, tapi mengapa saudara jaksa masih saja nekad bahkan telah berani mengambil resiko mengorbankan profesionalitasnya demi tuntutan itu," tanya Assegaf.
Jakarta – Unjuk rasa memperingati 100 Hari Pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tuntutan SBY-Boediono lengser akhirnya antiklimaks. Walau unjuk rasa relatif besar dan terjadi di berbagai kota, tuntutan yang disampaikan tidak fokus pada pelengseran SBY-Boediono.
Unjuk rasa bukan saja terjadi di Jakarta, tetapi juga Surabaya, Makassar, serta ibukota provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Namun, tuntutan tak fokus. Massa buruh yang bisa dibilang mayoritas malah menuntut pemerintah pro buruh. Sebagian massa lainnya juga menuntut penggantian Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono.
Besarnya unjuk rasa ini memang tak lepas dari turunnya kalangan buruh, selain massa mahasiswa dan LSM. Sekitar 9.000 ribu pendemo dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) terlibat unjuk rasa di Jl Gatot Soebroto, depan Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, pukul 12.00 siang tadi hingga memacetkan jalan itu.
Di Surabaya, ribuan buruh dari elemen buruh Logam, Elektronik Mesin (LEM) SPSI, SPN Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan dan beberapa elemen lainnya juga demo di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jl. Indrapura, Kamis (28/1) siang tadi. Tetapi mereka menuntut pemerintah membatalkan perdagangan bebas ASEAN-China serta membatalkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pesangon dan outsourcing.
Demo lain digelar BEM ITS, Unair, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Surabaya juga berlangsung di Tugu Pahlawan, Gedung Negara Grahadi, dan Tugu Bambu Runcing.
Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setyo Rahayu mengatakan, 2.430 personel polisi dikerahkan untuk melakukan pengamanan di Surabaya. Petugas yang dikerahkan itu gabungan dari Polda Jatim, Polwiltabes Surabaya, Polres seluruh Surabaya, serta Polres Gresik dan Sidoarjo.
Di Istana Negara, sekitar 1.000 pendemo tiba pada pukul 12.00. Termasuk di antaranya yang berdatangan dengan 30 metromini dari Tugu Proklamasi. Aksi ini diikuti berbagai elemen masyarakat seperti sejumlah kampus di Jakarta, LSM, Forum Muda-mudi Depok, Kapak, Jamper, dan masyarakat umum. Mereka sudah terkordinasi rapi dengan mengenakan kaus putih bertuliskan ’’Century, Biarkan Rakyat Yang Mengadili’’.
Namun, pagi sebelumnya sekitar 300 aktifis Aliansi Rakyat untuk SBY (Arus) sudah mendahului berunjukrasa mendukung Presiden SBY di seberang Istana Negara. Mereka mendukung SBY untuk lima tahun ke depan. Bukan hanya untuk 100 hari kabinet. Pernyataan dukungan ini disampaikan saat melakukan orasi di seberang Istana Negara.
Ribuan polisi polisi berjaga-jaga di beberapa titik, termasuk Bundaran HI, Gedung DPR/MPR, Isatana Presiden, Kantor Wapres. Jalan-jalan sepanjang rute yang dilalui pendemo tidak tampak ramai, masyarakat seperti lebih memilih tidak keluar rumah. Polri menyatakan 10.000 personel disiapkan untuk mengamankan pendemo.
Di Bundaran HI hingga pukul 12.00 juga terlihat konsentrasi massa namun tidak banyak, sekitar 500 orang. Sempat ada seekor kerbau dibawa demonstran dengana kepala dan bokong ditempeli gambar SBY. Namun, kerbau itu dihalau polisi dan oleh pendemo dibawa ke belakang Gran Indonesia. Sebanyak 200 aparat tampak berjaga-jaga.
Dalam wawancara dengan tvOne pagi tadi, perwakilan Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak), Effendy Ghazali, mengatakan aksi demo dilakukan 65 Ormas. ’’Ada massa 10 ribu berdemo di DPR, ada juga massa KAMMI di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Massa yang ikut berdemo adalah petani, buruh, dan sebagainya,’’ kata Effendy. Khusus Kompak, kata dosen UI ini, demo dipusatkan di Istana Negara.
Namun, SBY tidak berada di kantornya karena berada di Banten untuk meresmikan PLTU Labuan (300 Mw) di Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Di tempat yang sama juga diresmikan PLTU Labuhan Angin Sumatera Utara (2x115Mw). Acara dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Presiden memberikan sambutan pukul 11.10 WIB, sekaligus prosesi peresmian dua PLTU tersebut.
Selepas dhuhur, SBY dijadwalkan melakukan penanaman oohon trembesi. Setelah itu Presiden dijadwalkan berkunjung ke SMP Negeri 2 Labuan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Pandeglang. Sekitar pukul 17.15 WIB, Presiden sudah tiba di Istana Negara.
Sedangkan Wapres Boedino tetap ngantor. Selain dijaga Paspampres berseragam loreng lengkap dengan senjata, Kantor Wapres di Jl Kebon Sirih pun dijaga sekitar 100 polisi berseragam serta dipasangi barikade berduri sekitar 100 meter. Boediono siang tadi dijadwalkan rapat dengan pihak terkait mengenai pengamanan bencana Jawa Barat.
Demo di Jakarta dipusatkan di Istana pukul 12.00.
Eks Militer Tunggangi
Pengamat intelijen melihat unjuk rasa ini menjadi ajang bermain sejumlah kelompok sipil, mantan militer, maupun militer aktif yang tak suka kepemimpinan SBY. Namun kekuatan ini tak terlalu besar sehingga tak sampai menjatuhkan pemerintah.
’’Ada kelompok kecil dari mantan militer dan militer aktif yang mencoba bermain di air keruh dengan memanfaatkan demo hari ini, 28 Januari. Tetapi kekuatan dan pengaruh mereka tak signifikan,” ujar pengamat intelijen, AC Manullang kepada Surabaya Post di Jakarta, Kamis (28/01).
Saat ini, kata Manullang, banyak sekali kelompok yang menginginkan agar SBY jatuh. Kelompok-kelompok tersebut memiliki tujuan dan motivasi yang berbeda. Aktivitas kelompok tersebut memang terus berlangsung, mulai gerakan bawah tanah, ada yang teridentifikasi dan ada juga yang tidak terindenfikasi.
Menurut Manulang, gerakan anti-SBY belakangan ini memang didominasi mantan militer yang tidak terlalu suka dengan gaya SBY. Para mantan militer ini menganggap SBY kurang tegas dalam memimpin bangsa ini.
’’Kalau mantan militer memang ada yang masuk ke organisasi atau kelompok yang sudah ada. Ada pula yang membuat kelompok-kelompok baru. Jadi memang ada upaya dari kelompok mantan militer dan banyak juga motivasinya,’’ ujar Manulang.
Kelompok mantan militer itu, kata dia, tidak bisa dikatakan sebagai bagian dari militer. Sebab, mereka tidak lagi memiliki garis komando struktural di dalamnya. ’’Mereka itu sudah menjadi masyarakat sipil. Jadi kalau mereka ikut menyampaikan aspirasi, ya dipersilakan karena kebebasan berekspresi dilindungi UU 1945. Apalagi mereka masuk partai dan berpolitik,’’ katanya.
Sebelumnya, mantan pengamat politik yang kini menjadi politisi Golkar, Jeffrie Geovanie, mengingatkan SBY tentang kejatuhan Perdana Menteri Thailand Thaksin Sinawatra. Lima bulan sebelum jatuh, popularitas Thaksin menjulang di mata masyarakat Thailand.
Karena itu, Jeffrie meminta Presiden SBY dan lingkarannya memperhatikan hasil survei LSI yang menemukan fakta bahwa kepuasan publik menurun dari 75% menjadi 70% dalam 100 hari pemerintahan.
’’Masyarakat Thailand saat itu punya kepercayaan tinggi kepada Thaksin, sama seperti rakyat Indonesia yang percaya SBY,’’ ujar Jeffrie dalam diskusi mengomentari hasil survei Lembaga Survei Indonesia, di Jakarta, Rabu (27/1).
Namun kepercayaan rakyat berubah saat kelas menengah gagal dirangkul. ’’Kelas menengah tidak puas, dan mereka bergerak dengan kekuataannya. Akhirnya Thaksin jatuh,’’ ujar Jeffrie.
Thaksin digulingkan melalui kudeta militer tak berdarah yang dipimpin Jenderal Sonthi Boonyaratglin, 19 September 2006. Thaksin saat itu sedang menghadiri Sidang Umum PBB di New York City, AS. Thaksin dianggap tak kunjung menyelesaikan konflik di Thailand Selatan serta korupsi di negara itu. Rakyat Thailand mendukung langkah militer kali ini. Apalagi tindakan Sonthi didukung Raja Bhumibol Adulyadej.
Kembali ke pendapat AC Manulang, dia juga bicara kemungkinan pemakzulan Presiden SBY. Menurut dia, kinerja Pansus hak Angket Century DPR masih berada dalam koridor hukum dan belum mengarah ke upaya pemakzulan Presiden SBY. Dia melihat wacana pemakzulan merupakan upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin membelokkan isu kasus Bank Century.
Mereka inilah penunggang aksi-aksi yang dilakukan secara murni oleh organ gerakan mahasiwa dan masyarakat. ’’Jadi hari ini, pihak-pihak yang murni menyuarakan aspirasi rakyat harus hati-hati terhadap upaya penunggangan aksi dari kelompok-kelompok yang ingin memakzulkan presiden SBY".
Menanggapi demo, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, program 100 hari merupakan program berkelanjutan. ’’Jadi 100 hari bukan program meluncurkan roket,’’ kata Hatta di sela-sela acara Feed the World di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, siang tadi.
Menurut dia, program 100 hari telah 100 persen terlaksana. Di hari ke 100, hambatan (debottlenecking) tidak ada lagi, sudah tidak ada yang mandek lagi.
Terkait revitalisasi energi dan pangan, hambatan-hambatan yang selama ini dialami, seperti masalah tata ruang, tumpang tindih lahan, serta infrastruktur. mer, rif, fqi, pur, sab, sms
Terkait revitalisasi energi dan pangan, hambatan-hambatan yang selama ini dialami, seperti masalah tata ruang, tumpang tindih lahan, serta infrastruktur. mer, rif, fqi, pur, sab, sms
Langganan:
Komentar (Atom)
